Kamis, 12 Januari 2012

One Direction , 5 Remaja Dengan Satu Mimpi



Nasib mempertemukan Harry Styles, Zayn Malik, Liam Payne, Loius Tomlinson dan Niall Horan lewat ajang pencarian bakat, The X Factor (UK). Mulanya mereka bersaing sebagai solois dan kini tergabung sebagai salah satu boyband paling terkenal saat ini dan bekerja sama dengan sejumlah produser hebat di industri musik dunia. This is One Direction’s story.



One Direction, boyband asal Inggris ini terbentuk dari ajang The X Factor, sebuah acara pencarian bakat di bidang tarik suara. Semula, Harry Styles, Zayn Malik, Liam Payne, Louis Tomlinson dan Niall Horan merupakan solois yang saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan tiket menuju Bootcampstage atau babak menuju ‘rumah juri’. Tapi, saat berdiri di panggung di depan juri yang mengkritik dengan pedas, kelima cowok cute ini merasa mimpi mereka untuk menjadi bintang telah hancur lebur. Mereka baru aja diberitahu kalau mereka enggak lolos menuju babak Bootcampstage pada Juli 2010, dan harus bersiap-siap mengepak koper dan pulang ke rumah masing-masing. Tapiiii….mereka enggak tahu ternyata ada rencana besar menanti di balik kegagalan mereka saat itu. Ya, para juri yang terdiri dari Simon Cowel, Nicole Scherzinger dan Louis Walsh rupanya percaya kalau lima cowok ini akan kuat jika tampil bersama-sama sebagai sebuah band, daripada menjadi solois. Harry dan kawan-kawan pun diberi kesempatan melaju ke babak selanjutnya dalam kategori group. Jadilah mereka boyband dadakan yang diberi nama One Direction. 

Menaklukkan Amerika

Keputusan untuk bergabung dalam satu grup ternyata membawa mereka pada posisi juara tiga ajang The X Factor 2010. Usai kompetisi, One Direction menandatangani kontrak dengan Syco Music, dan di bawal label tersebut lima cowok cakep ini merilis singel perdana mereka berjudul What Makes You Beautiful pada 11 September 2011. “Mimpi kami berlima pingin banget jadi juara satu X Factor dan kami kecewa berat karena cuma juara tiga. Tapi, begitu tahu kami mendapat kontrak, wuiih luar biasa banget rasanya. Menandatangani kontrak dengan Syco Music adalah perjalanan besar buat kami semua,” cerita Harry.
Dan setelah berhasil merajai UK Single Chart, One Direction kemudian merilis singel kedua, Gotta Be You pada 13 November, menyusul album pertama mereka Up All Night yang dilepas 21 November lalu. Dari yang bukan siapa-siapa, bahkan enggak punya pengalaman sama sekali sebagai sebuah group band, tapi One Direction mampu meraih begitu banyak pencapaian dalam waktu singkat. Dari Inggris mereka menaklukkan Amerika Serikat. Sebuah lompatan besar mereka lakukan di negeri Paman Sam lewat lagu One Thing. Singel ketiga sekaligus yang terbaru itu berhasil masuk dalam Top 10 di tangga lagu Billboard Social 50. One Thing telah ditonton lebih dari 5 juta viewer dalam waktu lima hari dan lagu tersebut menjadi lagu pertama One Direction yang masuk tangga lagu di Amerika Serikat. Padahal, enggak ada satu pun lagu One Direction yang resmi dirilis di sana. Hmm… sepertinya tinggal nunggu waktu aja untuk melihat One Directon jadi ikon global. Dan itu bukan hal yang mustahil buat mereka. Sekarang aja boyband ini mampu menjual apa pun yang berkaitan dengan diri mereka dan hebatnya selalu diserbu Directioners (sebutan untuk penggemar One Direction). Barang-barang itu termasuk buku, kalender, boneka, pakaian, tiket konser, iklan dan sebagainya. Bisa dibilang One Direction jadi salah satu brand terpanas saat ini. Setuju enggak?

Tekanan Popularitas

Mendadak terkenal dan jadi buah bibir adalah hal yang enggak bisa dielakkan begitu saja oleh para personil One Direction. Senang, udah pasti dong. Tapi, sisi lainnya mereka harus menghadapi tekanan yang muncul akibat popularitas itu sendiri. Nah, Niall buka-bukaan nih soal itu. “Banyak banget ekspektasi yang ditujukan pada kami untuk menampilkan yang terbaik. Industri musik bergerak begitu cepat jadi kami harus bekerja lebih giat lagi. Tapi kami beruntung punya penggemar yang baik, tapi kalau mereka enggak suka dengan musik kami, berapa lama kami bisa bertahan?” ucap Niall.

Kalau Liam, dia mengaku merasa aneh karena tadinya bukan siapa-siapa mendadak ada di sampul majalah, hi-hi-hi. Tapi, menurut Liam, bagian terbaik menjadi orang terkenal adalah saat berjumpa dengan penggemar yang antusias banget sama mereka. “We get recognised everywhere!” katanya.
Selain ekspektasi yang besar, ketenaran juga membuat anak-anak One Direction super sibuk, sehingga enggak punya banyak waktu luang. Beberapa dari mereka bahkan harus menunda belajar. Seperti Niall yang harusnya udah ikut kursus sound engineering di DIT beberapa waktu lalu, terpaksa menunda karena sibuk berkarir. Untungnya keluarga mau memahami kesibukan mereka dan tetap mendukung. “Orangtua kami sangat mendukung, dan mereka bangga dengan apa yang kami kerjakan,” kata mereka. Seperti boyband lainnya, di awal-awal karir One Direction me-nyerahkan segala sesuatunya pada tim manajemen mereka. Tahu enggak sih, Harry Cs ini masih diatur ketat lho sama manajemen yang menjadwalkan ke mana mereka harus pergi, kapan harus makan dan bahkan mengingatkan kapan mereka harus tidur. Pertanyaannya, susah enggak ya buat lima cowok keren ini buat menyerahkan kendali hidup mereka sendiri pada orang lain, sementara mereka pada dasarnya suka banget kebebasan? Jawabnya singkat aja: enggak susah! Ya, One Direction rela bersusah payah demi profesionalisme. Salut deh buat mereka!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar